OLEH: Ahmad Safari Zamzam

DALAM dunia pendidikan, tenaga guru atau pengajar sangat berperan penting dalam mencerdaskan dan menciptakan generasi bangsa dan negara yang bisa diandalakan. Tentunya, ini tidak lepas dari kerja sama yang baik dari berbagai kalangan.

SAAT melakukan kegiatan mengajar guru dapat dijadikan sebagai idola dan artis bagi siswanya, Mengapa demikian? tidak dapat dipungkiri guru harus selalu tampil menarik, energik, smart seperti semboyan sekolah kami salam, senyum, sapa, santun, sopan dan pastinya semangat. Apapun pola dan tingkah laku guru saat ini sangat berperan penting dalam dunia pendidikan apalagi di kalangan yang mayoritas sudah terpengaruh dengan gadged atau lebih terkenal dengan HP pintar. Untuk itu, guru juga harus lebih canggih dan pintar dari gadget sehingga para siswa masih percaya bahwa seorang guru yang setiap saat ketika berada di sekolah serta mampu dapat ditingkatkan rasa kepercayaannya.

Selama ini kita sudah tidak asing lagi dengan istilah “percaya diri”. Tidak semua orang dapat memiliki rasa percaya pada diri sendiri bahkan kita sendiripun terkadang sulit untuk menerapkannya dalam kehidupan yang nyata. Padahal, dalam tujuan pendidikan nasional tercantum dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 ( pasal 1 ), yakni “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.

Artinya kita sebagai guru harus mampu mengalahkan rasa minder, rendah diri, keputus asaan dengan berbagai alasan bahwa banyaknya campur tangan oknum tak bertanggung jawab yang menyebabkan guru makin takut terpojok bahkan malas untuk menegur membentak atau bahkan menyentuh siswa seperti yang pernah dilakukan guru pada zaman dahulu.

Guru zaman sekarang jauh lebih tertekan dibanding zaman dahulu apa yang menjadi penyebab ini semua? Mari kita bersama sama memperbaiki diri, lebih peduli, bangkit dari keterpurukan, sadar akan jajahan yang makin merajalela, bersama pasti bisa mengalahkan hal hal yang merugikan bangsa dan negara. Bangkitlah bangkitlah wahai guru jangan takut, jangan menyerah kebenaran pasti menang meskipun kami tau dan sadar kendala musuh berserakan dimana mana.

Menampilkan guru dalam ajang perlombaan yang membangkitkan semangat diantaranya lomba olahraga, seni, artikel,karya ilmiah, guru berprestasi, ataupun perlombaan perlombaan yang bergengsi lainnya serta mngikuti organisasi yang ada kaitannya dengan kinerja guru. Harapannya dengan adanya kegiatan tersebut guru mampu membuang jauh jauh rasa minder dan mampu lebih menampilkan bakat bakat tersembunyi yang belum tergali dengan baik.

Menurut pengalaman guru yang sudah pernah mencapai prestasi dari perlombaan tersebut bercerita pada kami bahwa benar adanya dengan seringnya ikut serta dalam perlombaan ini sangatlah merubah pola pikir guru yang awalnya malas menjadi lebih bersemangat dan lebih professional dalam menghadapi siswa yang luar biasa untuk saat ini.

Rasa percaya diri dan kurangnya professional pada guru sangat berpengaruh pada keberhasilan siswa, karena dengan adanya kata kurang professional dapat menyebabkan peserta didik kurang bersemangat dalam menerima ilmu yang disampaikan apalagi penampilan awal seorang pendidik tidak menarik dimata siswa kita.karena penampilan dan cara mengaajar yang profesinoal merupakan kunci utama dalam melakukan dan merubah pola pikir siswa,karakter siswa,dan semua hal negatif siswa untuk di ubah ke hal yang positif.

Profesional guru dapat bangkit dari berbagai cara, sumber, dan faktor baik dari dalam (internal) maupun di luar (external). Tidak dapat dipungkiri dan disepelekan mengenai semangat dan keprofesionalisme seorang guru sebab semua gerak gerik guru sangatlah berperan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Terkadang apa yang terjadi pada diri guru tidak sesuai dengan apa yang tampak dan terlihat jelas dihadapan mata. Terlalu banyak masalah dan tekanan dari berbagai penjuru sangat berdampak pada cara mengajarnya karena tidak semua guru bisa menutupi apa yang sedang terjadi dan apa yang baru saja dialami baik di lingkungan sekolah,masyarakat atau pun keluarga.

Guru sudah berusaha semaksimal mungkin menutupi apa saja yang bikin dia terganggu dalam mengajar, kendatipun demikian masih terasa jelas tampak dihadapan siswa bahwa saat itu guru dalam keadaan menutupi permasalahan dalam pendidikan. Senyum yang selalu ada terkadang hanya untuk menutupi kenyataan yang ada

Fenomena ini sangat sering terjadi mungkin tidak hanya di wilayah Kalimantan Selatan bahkan se-Indonesia sekali pun terjadi. Oleh karena itu sangatlah penting adanya kerja  sama yang baik antara guru, orang tua siswa, lingkungan masyarakat, tokoh pendidikan dan pemuka agama bahkan segenap pemerintah Indonesia yang harusnya lebih peduli dan memperhatikan nasib para pendidik dan generasi penerus bangsa ini.

Saat ini pula waktunya bangkit dari keterpurukan yang terjadi di negeri ini. Semua pihak dan segala keinginan itulah yang mampu dan mempunyai peran penting dalam membangun kepercayaan diri para guru sebagai pencerdas serta penerus generasi bangsa.

Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Manajemen Pendidikan UNISKA MAB Banjarmasin
(Isi dari artikel ini sepenuhnya tanggungjawab penulis bukan tanggung jawab media)